Translate

Senin, 04 September 2017

NGOMONGIN TEKNOLOGI ABAD KE 21 DAN SISI AGAK PINTAR DARI DIRI SENDIRI :D

Tulisan kedua untuk malam ini. Gak tau kenapa semangat menulis hari ini semakin menggila. Padahal gak habis ngapa-ngapain, cuman makan seblak 5 porsi dan makan bakwan jagung 7 biji. Bingung deh apa yang salah. Apa gara-gara seblak itu apa gimana nih? Kalau gara-gara seblak, boleh banget besok bikin lagi, ditambahin porsinya biar bisa nulis 3-4 tulisan sehari. Sepertinya asik.

Oiya malam ini saya mau kembali ke belakang, masa dimana keimanan dan imajinasi diuji dengan dahsyat, sehingga dulu saya sungguh sangat sering nongkrong di WC untuk mencari inspirasi. Saya akan cerita salahsatu inspirasi absurd yang muncul di tengah kegiatan perbokeran. Terdengar menjijikkan tapi beginilah adanya. Hahaha

Sekitar dua tahun lalu, saya iseng mengikuti kursus singkat Public Speaking (PS) selama dua minggu di sebuah lembaga kursus di pulau Jawa. Disitu juga saya menemukan teman-teman yang sampai saat ini masih sangat sering berkomunikasi, meskipun hanya lewat media sosial. Disini pula saya bertemu dengan Fikri, manusia absurd dari Banyuwangi yang setiap presentasinya selalu membuat semua orang tertawa dengan aksen Inggris medok jawanya, disini saya juga bertemu Gi, salah satu pria agak sedikit lumayan tampan nan cerdas dari Ibukota, dan Gi ini adalah salahsatu orang jenius yang saya temukan di dunia ini dan paling sering membobardir saya dengan pertanyaan - pertanyaan cukup menyebalkan dalam presentasi saya. Menyebalkan karena kadang bikin saya bingung ngejawabnya dan pertanyaan dari Gi ini sering berantai. Setelah dijawab dia nanya lagi, dijawab nanya lagi, gitu terus sampai rasa tumis kangkung berubah jadi jus rasa strawberry.

Dulu, saya suka iseng ikut kursus, bukan hanya kursus PS saja, tapi saya juga kursus bahasa Jepang, gilak kan?. Oiya dan di kelas PS ini mengharuskan kami harus membuat presentasi/speech dalam bahasa inggris sesuai tema yang sudah ditentukan oleh si teacher. Hal yang paling membekas di ingatan saya adalah tema "Teknologi di abad ke 21", dan tema inilah yang membuat saya kalang kabut dan berpikir keras, kira-kira apa yang terjadi di abad ke 21. 

Dalam kegelapan selalu ada secercah cahaya, dalam kebingungan pasti ada harapan #ceilah. Inspirasi datang lagi-lagi ketika saya berada di WC untuk menunaikan hajat. Sembari boker, saya menyempatkan diri untuk membalas whatsapp teman saya Adi dan Edi, karena saat itu kami berencana akan mengunjungi Bromo di akhir pekan dan saya mengingatkan teman saya untuk menyiapkan segala property kealay-an, mulai dari kamera, tongsis, hape sampai powerbank. Nah disinilah saya ketemu inspirasinya.

Hal paling merepotkan dan cukup membuat risih mata adalah orang yang kemana-mana membawa hape dan powerbank atau hape lowbatt yang mengharuskan kita membawa charger dan mencari cari colokan di tempat umum. Saya jadi berpikir, sampai kapan manusia akan bertahan dengan cara seperti ini? seharusnya ada inovasi terbaru yang mempermudah kehidupan di kemudian hari. Lalu saya berpikir, andai mengisi daya baterai handphone tidak perlu colokan, dan kabel kabel yang ribet, tapi hanya menggunakan tubuh manusia itu sendiri. 

Setelah mendapatkan inspirasi tersebut sayapun amat sangat semangat dan menulis ide tersebut di note handphone saya dan segera menyudahi hajat perbokeran saya saat itu. Saya kemudian mencari tahu, apakah ada sesuatu di tubuh manusia yang bisa dijadikan sumber listrik. Dan benar saja, fisikawan Thomas Johann Seebeck membenarkan bahwa dalam tubuh manusia terdapat energi dan partikel listrik. WOW.

Setelah saya mengobrak abrik artikel kelistrikan, bahwa sebenarnya sudah ada teknologi dimana listrik dalam tubuh manusia dimanfaatkan untuk menghantarkan listrik melalui gelang charger yang didukung dengan perangkat bluetooth yang tersambung untuk mengisi daya gadget dengan kekuatan 3 sampai dengan 4 volt yang berasal dari tubuh manusia itu sendiri. Ini adalah hasil pengembangan energi listrik dari perusahaan Papertua.

Namun, karena manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas, saya jadi berpikir kalau harus memakai gelang pengisi daya dan harus menggunakan bluetooth sedangkan handphone kita dalam keadaan mati total, mungkin akan terkendala pada situasi tersebut. Sehingga saya berpikir, kenapa tidak dibuat simpel saja, yang harus dibuat canggih adalah handphone-nya, ditanamkan perangkat yang jika bersentuhan dengan telapak tangan, maka dayanya akan otomatis terisi. Jadi, no more kebingungan nyari colokan di tempat umum, atau yang lebih absurd handphone mati karena lupa bawa charger. Oh sigh !

Hal inilah yang saya bayangkan ada pada abad ke 21, bahwa kehidupan akan semakin efekif dan menjadi ringkas. Saya membayangkan bahwa penggunaan listrik untuk gadget akan menurun, sehingga bumi lebih sehat dan biaya listrik dari penggunaan pengisi daya gadget bisa dialihkan ke berbagai hal yang lebih penting.
Saya bisa membayangkan bahwa para traveller yang melanglang buana ke "batas" bumi sekalipun tidak perlu takut hape lowbatt ditengah jalan. Saya bisa membayangkan semua manusia tersenyum ketika menggunakan hape-nya karena tidak ada lagi hape mati ketika sedang asyik-asyiknya memutar video streaming bola, hape mati saat main game di level terakhir. Daaaaan masih banyak hal lain yang di imajinasi saya. Ya, jika ini benar-benar terjadi dunia benar-benar ada pada genggaman.

Merasa mantap dengan ide tersebut, saya mulai menulis presentasi saya dalam bahasa Indonesia yang kemudian saya translate ke bahasa Inggris dengan bantuan kamus. Jangan tanya soal grammar wkwkwk.

Keesokan harinya, tibalah giliran saya untuk presentasi mengenai imajinasi teknologi di abad ke 21. Dibantu white board dan spidol dibelakang saya, saya menjadi amat sangat sok pintar dan sibuk mencoret coret white board tersebut dengan gambar-gambar freak super weird, yang kalau dilihat mirip peta benua antah berantah saking jeleknya. Tapi dari presentasi tersebut banyak teman-teman saya yang bertanya, termasuk Gi dengan pertanyaan menyebalkannya dan yang lebih parah, pertanyaannya diluar perkiraan. 

Dia bertanya mengenai teknis, jenis bahan yang ditanamkan pada handphone, endurance, sampai bertanya kenapa di dalam tubuh manusia ada energi lstrik. Berhubung karena saya tidak melakukan penggalian informasi sampai sedalam itu, maka saya hanya jawab "Gi, i'll kill you". 

Setelah kelas PS selesai, kami memutuskan untuk makan siang bersama dengan beberapa teman sekelas, termasuk Gi, di sebuah warung seperti biasanya, dan perbincangan mengenai energi listrik dalam tubuh manusia ini pun berlanjut. Karena saya tidak memahami, akhirnya kami mencari tahu hal itu bersama sama.

Kerja sistem syaraf dan otak bahkan pertumbuhan tulang terjadi melalui mekanisme kelistrikan. Sinyal-sinyal listrik tubuh merupakan deksriptor terbaik semua fungsi hidup berbagai organ. Itulah sebabnya dunia kedokteran modern tengah fokus pada penelitian tentang pemanfaatan listrik tubuh dalam menangani pasiennya. Pada gambar  di atas tampak bahwa impuls-impuls atau sinyal-sinyal syaraf dalam sistem syaraf manusia dihantarkan dari reseptor sampai kepada efektor, melalui aliran partikel-partikel bermuatan listrik positif yang searah dengan aliran impuls. Semakin banyak ion-ion bermuatan yang dialirkan semakin banyak impuls syaraf yang disalurkan. Akibat dari partikel-partikel bermuatan listrik dalam tubuh manusia menyebakan manusia dapat tersengat listrik atau dialiri oleh arus listrik. sumber klik disini

Saya sangat bersyukur sekali, karena dengan adanya challenge dengan tema tersebut, saya menjadi  tahu mengenai energi listrik dalam tubuh manusia. Dengan adanya pertanyaan membuat kita harus mencari jawabannya. Banyak hal yang kadang, "kita' harus ditabok dulu baru bangun dari tidur, seperti sapi yang di pecut terlbih dahulu baru bisa membajak sawah. Kadang kita harus di challenge terlebih dahulu agar kita bisa berpikir kreatif.







ADA APA DI YOUTUBE

Selamat malam, wahai netijen yang terhormat. Malam ini entah sedang kerasukan apa, setelah masak dan mencicipi seblak pedes super galak level emak-emak lihat diskon di Mall, sekarang saya kepikiran untuk nulis soal internet lagi. Iya lagi.

Ngomongin soal konten di youtube, hampir semua konten ada, mulai dari konten musik, film, life style, tutorial DIY (Do It Yourself), pendidikan, dan masih banyak lagi. Saking lengkapnya konten di youtube, apapun bisa kita cari, bahkan untuk hal seremeh "Tutorial Memasak Air" pun tersedia di youtube.

Youtube sekarang ini bukanlah hal yang mahal lagi, seiring dengan adanya paketan kuota internet setiap provider dengan harga bervariasi dan cukup terjangkau serta adanya wifi gratis di setiap cafe dan public spot membuat banyak orang menghabiskan waktunya di internet dengan menonton youtube. Hal ini yang bisa jadi menempatkan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan video youtube terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2015 (sumber: klik disini )

Pada tahun 2016 hingga kuartal pertama di tahun 2017, Pertumbuhan video youtube di Indonesia meningkat sangat pesat dari jumlah video yang diupload di youtube sampai pada durasi tontonnya. Setelah iseng browsing soal pertunbuhan youtube di Indonesia, akhirnya saya nemu sedikit informasi dari situs ini klik disini

Saya sendiri adalah salahsatu orang yang bisa dikategorikan tidak bisa hidup tanpa youtube, karena sehari-hari selalu ada alasan untuk buka youtube. Bahkan sebagain orang mengklaim bahwa youtube lebih dari TV. Sayapun setuju, karena menurut saya, konten youtube lebih variatif ketimbang konten acara TV. Saya sendiri menggunakan youtube untuk mencari resep masakan, menonton video musik band idola, sampai menonton tutorial make-up yang ternyata ini bukan hanya terjadi pada saya sendiri. Bisa jadi, hampir semua perempuan muda pernah menonton atau bahkan menjadikan menonton tutorial make-up sebagai rutinitas harian.

Tidak dipungkiri bahwa kehadiran youtube sangat berpengaruh bagi kita para viewersnya. Contoh kecil tutorial make up dari para beauty blogger yang hampir setiap hari upload soal dunia permake-up an hingga akhirnya entah bagaimana alurnya sehingga bisa memunculkan trend. dimulai dari trend bentuk alis, warna lipstick, sampai ke area penggunaan blush on yang mendominasi wajah.

Adik saya bisa dibilang amat sangat update soal make-up dan hampir setiap malam,sebelum tidur dia selalu nonton tutorial make up dan dipraktikkan keesokan harinya. Yang membuat saya heran, adik saya memakai blush on hampir di separuh wajahnya. Saya tanya "Itu bener emang make blush onnya, sampe dibawah mata dan ke hidung hidung dipakein semua? Itu lo, merah merah kayak habis ditampar pake pantat teplon mamak di rumah" kataku sambil mengejek. "Ini lagi ngetren di youtube" jawabnya dengan santai.

Setelah selesai mengomentari dan bertanya soal wajah adik saya yang terkesan aneh dan terlihat konyol dengan blush on gonjrengnya, saya membuka instagram dan menemukan beberapa postingan look make up dari para selebgram lokal dan mbak mbak bukan selebgram habis dandan dengan warna pink kemerah merahan di setengah wajahnya seperti habis ditabok pake pintu baja oleh Ultraman, dengan anggunnya foto-foto itu muncul di tab explore saya. "O gini banget ya trend sekarang." saya membatin.

Tidak hanya sampai disitu saja, beberapa waktu lalu saya sempat reuni kecil-kecilan dengan teman-teman saya di sebuah cafe. Sebuah sore yang cerah dengan langit yang masih biru, saya duduk santai dan ngobrol dengan teman-teman saya tentang kehidupan di planet Mars, resep es teler tujutuju, sampai obrolan super penting seperti utang negara #Hiperbola. Tiba-tiba datanglah segerombol mbak -mbak gaul nan ceria duduk di kursi di seberang meja kami yang seketika membuat saya terpana dan merasa saya adalah mahluk paling burik di cafe itu.

Namun, hal yang menarik mata saya adalah, dandanan wajah para mbak-mbak itu hampir semuanya sama, alis hasil lukisan pensil alis dengan lengkung yang sama, warna lipstick pink ke merah merahan dan blush on menghiasi tulang pipi hingga dibawah mata kanan dan menyeberang melewati hidung sampai ke bawah mata sebelah kiri dan berujung ke tulang pipi sebelah kiri. Wow. Saya membatin, mungkin mereka sama seperti adik saya. atau mungkin, sebelum ke cafe, mereka nyalon di salon yang sama dan MUA yang sama. Tapi saya menebak, bisa jadi gara-gara youtube nih wkkwkw. Ya, youtube benar-benar membawa pengaruh. Semoga kita bisa memilih untuk bisa terpengaruh untuk hal apa.

Hal yang sebaiknya diingat bahwa youtubers adalah influencer, semoga konten yang disajikan bisa membawa influence yang baik dan membawa kemajuan melalui konten yang dipublish. Dan dengan kemajuan dan pesatnya perkembangan youtube di Indonesia, semoga bisa seiring dengan meningkatnya kecepatan internet di Indonesia. Karena buffering itu melelahkan. Sekian.

Minggu, 03 September 2017

SI MAHLUK PRAKTIS

Seperti judulnya, kali ini saya mau cerita sedikit soal kepraktisan hidup manusia zaman ini. Manusia dari generasi ke generasi selalu melakukan inovasi terbaru, dalam dunia teknologi sampai ke dunia kedemenan para ibu-ibu, yaitu inovasi perbumbuan. Karena blog ini terlalu serius, saya tidak mungkin bahal soal teknologi transportasi ataupun teknologi pernukliran. Sekarang saya akan membahas hal yang keliatan remeh bagi sebagian orang. Coba baca dulu.

Sebagai seorang perempuan yang sedang mencoba kreatif dan amat sangat hobi nongkrong di dapur untuk memasak dan bereksperimen membuat menu absurd, saya cukup sering mengunjungi pasar untuk berbelanja sayuran tentunya. Terkadang saya juga membeli beberapa rempah rempah sesuai kebutuhan menu yang akan dimasak. 

Saya cukup terkejut ketika melihat ke deretan bumbu instan sachet yang digantung secara berentengan dan amat sangat rapi seperti jemuran di hampir semua lapak tukang sayur. Saya pikir bumbu instan hanya mentok di bumbu nasi goreng, kunyit, pala bubuk, kunyit bubuk, atau merica bubuk saja. Tapi sekarang, bahkan bubuk bawang merah dan bawang putih pun tersedia dalam bentuk sachet, dalam bentuk extract/bubuk. Apa cuma saya saja yang baru tau hal ini? Bisa jadi hal ini sudah lama ada, namun saya saja yang baru sadar.

Sudah semalas itukah ibu-ibu dirumah?  Sampai mengiris bawang saja sudah tidak sanggup? Tapi lagi-lagi, suatu produk dibuat karena ada target marketnya, untuk apa dan siapanya. Dan produk itu bisa bertahan di pasaran karena adanya konsumen/pengguna/demand pada produk tersebut. Oke, kita bahas soal bawang merah sachet ini ya.

Saya mencoba mengert dan memahamii, bahwa bisa saja pikiran beberapa orang bisa jadi seperti ini, harga bawang  selalu naik turun di pasaran, apalagi menjelang hari raya, mending beli sachetan karena harganya lebih murah dan harganya stagnan. Alasan lain,bumbu sachet lebih praktis dan higienis. Bisa jadi juga mengiris bawang bisa membuat mata meronta-ronta, atau ada tagline bawang merah sachetan "bikin numis gak pake nangis", mengupas bawang meninggalkan aroma tidak enak di tangan dan sekujur badan, sampai pada harga parfum mahal. Alasan ini cukup? Oh masih belum ternyata.

Ada banyak alasan untuk pindah ke bawang merah sachet, alasan yang juga mendukung bisa jadi karena memblender  bawang merah akan banyak memakan waktu dan boros listrik atau mengulek bawang sangat melelahkan sehingga beberapa orang beralih ke bumbu bawang merah sachet yang jauh lebih praktis dan hemat waktu. Apakah ini ada hubungannya bahwa waktu dipercaya sebagai uang bagi sebagain orang? Bisa jadi. Toh manusia sekarang ini dituntut oleh semesta untuk cepat dan hidup efektif. Karena bisa jadi ngulek bawang putih adalah hal yang tidak efisien dan membuang banyak waktu.

Ya, dari hal ini kita bisa sedikit mengambil kesimpulan. Dunia ini masih sama, namun pergerakan manusia berubah setiap detiknya. kita bisa saja memegang hal yang bernama sama tapi dalam bentuk yang berbeda. Kita bisa saja menyamakan hal yang sejatinya berbeda.

Semua orang ingin waktunya lebih efisien dan bisa melakukan banyak hal dalam waktu singkat. Persoalan waktu inilah yang menjadi fokus banyak orang di muka bumi ini. Semua orang ingin berpikir cepat, bekerja cepat, kendaraan cepat, masak memasak lebih cepat dan biaya yang dikeluarkan lebih hemat. Masuk akal. 

Banyak proses dalam banyak hal yang sengaja di cut/skip bahkan dirangkap untuk mempersingkat segalanya. Apakah dengan cara seperti itu kita semua akan berganti menjadi seperti orang kebanyakan? Akankah kepraktisan akan membunuh proses kita dalam banyak hal? 

Jawabannya bisa iya namun bisa juga tidak. Namun seyogyanya kita harus peka terhadap perubahan. Segala hal jika kita lihat dari berbagai sudut pandang bisa membuat kita sejenak berpikir bahkan kadang secara tidak sengaja menjadi bijaksana. Terkadang. 

Bukankah setiap orang punya proses masing masing? Jangan takut kemodernan seseorang mengancam kejadulan kita,  jangan takut keinstanan mengancam ketelatenan kita,  jangan takut kepraktisan mengancam sudut pandang kita. Hidup memang terkadang tergantung selera, yang saya yakini, dunia ini tidak akan mengizinkan kita manusia memiliki selera yang sama. Akan selalu ada celah untuk berbeda.

Waktu bisa saja kita efisienkan, makanan bisa saja kita instankan. Waktu yang terkesan berjalan lambat, tetap dinamakan bergerak. Makanan yang dibuat rumit, tidak membuat kita malas makan, bukan? 

Oiya beberapa waktu lalu saya sempat foto bubuk bawang tersebut, tapi ternyata hasilnya blur dan hal itu saya baru saya sadari saat sampai di rumah. Berikut saya cantumkan gambar bubuk instan bawang putih yang saya dapat dari blog jual bumbu instan.
sumber di watermark foto

Sabtu, 02 September 2017

NGOMONGIN SOAL HOAX DI INTERNET

Sekarang ini, banyak dijumpai banyak informasi mengenai banyak hal dalam sekali pandangan,  sekali klik, sekali swipe dan sebagainya. Informasi menyebar tanpa kendali seiring dengan banyaknya media yang digunakan untuk menyediakan informasi dan pembagi informasi.

Penyedia informasi dalam dunia internet bisa jadi akun resmi berita  di televisi, koran maupun spesialis media internet seperti detik, kumparan dan lain lain yang berlomba lomba menggunakan internet dan jejaring sosial sebagai penyalur informasi aktual dan akurat kepada publik.

Kini, bukan hanya akun resmi "media" saja yang melakukan distribusi informasi, bahkan peroranganpun bisa melakukannya. Melalui jejaring sosial Instagram, Facebook, Twitter dan sebagainya, setiap orang dapat mengupdate mengenai kehidupan sehari harinya melalui status yang dibagikan. Namun lagi lagi bahkan banyak kita jumpai akun tidak resmi/akun perorangan yang memanfaatkannya bukan untuk berbagi mengenai kehidupan keseharian, akan tetapi mereka amat sangat khusyuk membagikan informasi agama, pendidikan, politik,budaya dan lain lain bertebaran di jejaring sosial. Itu faktanya.

Tidak ada yang salah dengan pembuatan akun demikian, namun sebagai pembaca atau pengikut akun tersebut, kita harus lebih cerdas. Karena informasi yang dibagikan belum tentu benar dan akun demikian akan menjadi salah jika membawa pengaruh buruk ketika informasi yang dibagikan adalah 
hoax belaka. 
 
Baru-baru ini publik dihebohkan dengan tertangkapnya beberapa admin akun yang tergabung dalam jaringan Sara*en penebar hoax di internet. Nah, poinnya disini, kita harus cerdas, dan tidak asal memakan informasi yang beredar, minimal lihat referensi lain pada akun berita resmi ataupun sumber resmi yang capable mengenai hal tersebut. Dengan adanya smartphone harusnya kita  tak kalah pintar dari telepon genggam kita, bukan?

Namun faktanya, tidak semua orang bisa lebih pintar dari telepon genggamnya. Beberapa ada yang langsung percaya terhadap suatu berita dan tanpa basa- basi langsung membagikannya melalui fitur share atau aplikasi repost di internet. Contoh sederhana yang tidak banyak orang sadari adalah, ketika kita memencet "like" pada sebuah postingan di instagram, maka postingan tersebut bisa jadi akan muncul di tab explore akun teman kita yang lain. Ketika berita itu tersebar berantai, akibat yang ditimbulkan bisa jadi "percaya yang berantai". Itu yang dihindari.

Sore tadi saya baru saja membaca berita di salahsatu portal berita, coba klik http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-38074272?SThisFB , dan berita ini membuat saya teringat mengenai postingan beberapa akun yang muncul ketika saya membuka tab explore di instagram. Awalnya saya berpikir bahwa informasi yang dibagikan akun - akun tersebut memang benar, tapi akhirnya saya mencari tahu kembali, dan pikiran awal saya tadi terpatahkan.

Ini adalah contoh kecil dan amat sangat sering terjadi didalam keseharian kita. Membaca banyak berita bisa membuat kita banyak tahu, tapi membaca banyak berita hoax bisa membuat kita terlihat bodoh. Pelajaran penting khususnya bagi diri saya sendiri untuk memanfaatkan jari sebaik mungkin, untuk mengklik berita pada sumber terpercaya. Bukan persoalan hal ini saja, namun untuk semua hal.
Hal ini mungkin terlihat remeh bagi beberapa orang, namun akibat yang ditimbulkan bisa jadi lebih besar.

Jumat, 14 Juli 2017

SARAPAN NASI KUNING BERSAMA JOHN MAYER

sumber foto: http://www.ellentv.com/artists/john-mayer/

Ebuset ini judul beneran apa jebakan?  Trust me ini beneran unfaedah.

Beberapa tahun terakhir merupakan tahun dimana Drama Korea (Drakor) semakin populer dikalangan wanita Indonesia. Disaat wanita -wanita cantik diluar sana pada ngefans dan baper dengan artis Korea, berbeda dengan saya yang lebih suka dengan typical cowok bule macho dan suara berat #asek haha. Hampir saben hari buka yutup cuman buat ngeliatin si abang macho berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan nama panggung John Mayer.

Disaat isi laptop cewek-cewek zaman sekarang isinya cuman Drakor, begadang sampe pagi cuma nonton Drakor, Following Instagram isinya artis-artis Korea. Saya lagi enak-enaknya mempersiapkan diri untuk  sarapan nasi kuning dengan si Abang John.

Ah yang bener? Elah..masih nanya. Baca aja.
Ini sebenarnya bingung mau mulai darimana ceritanya karena emang sebenernya ceritanya agak random dan nulis soal mimpi random itu susahnya maksimal, apalagi didukung oleh kemampuan nulis yang amat sangat semprul. Baca langsung aja deh...

Jadi ceritanya pagi itu saya sedang menyiram kaktus di halaman rumah. Saya melihat ke jalan, masih kelihatan sepi dan jam di hape saya menunjukkan pukul 06.17 pagi. Udara masih cukup dingin dan yang membuat saya kesal hape saya juga tidak berdering sejak semalam. Saya pikir hape saya ada gangguan sinyal. Saya coba restart dan meletakkan hape itu diantara pot bunga yang akan saya siram. 

Tak beberapa lama hape saya berdering, saya pikir abang-abang Galon karena beberapa menit yang lalu saya memesan Galon untuk diantarkan ke rumah. "Ya, Halo!" kataku.
Tidak ada suara dari seberang telepon dan akhirnya saya mengakhiri telpon itu.
 "Burn it!." Terdengar suara pria dengan suara menggelegar dari arah belakang.
"Oh my.......John !!!!!!!!" Kataku sambil tak percaya dan ia membalas sambil ketawa lebar dan melebarkan tangannya dan memeluk saya.
"Eh...ngapain itu si abang pake meluk segala, mendadak jantung jadi gak selow, tapi dengan sok santai saya ikutan ketawa aja, biar gak kampungan."
"SJHDHNADNbsdhsssahahs" Kata si John dramatis, tapi waittt... listeningku menjadi kacau dan tidak mengerti apa yang ia katakan.
"Adehhhh mampus." Kataku dalam hati.
"Why?" Kata John sambil melepas pelukannya.
"Let's breakfast! Nasi kuning." Kataku sambil nyengir.
"Oh my, i love you." sambil mengusap pipiku.
"Ajegile ini bule, diajak makan nasi kuning malah balesnya I love you" Kataku dalam hati. Ya bodo amatlah, saya menggandeng tangan John dan meninggakan pot pot bunga layu yang belum sempat saya siram itu.
"Bye kaktus, nanti kita balik lagi,ya?" Kata John.
"Eh kok Ente bisa bahasa Indonesia?"
John hanya membalas dengan senyum dan tatapan matanya yang menghanyutkan.
Aduhailah ini si abang. Meskipun gak nyambung, but i love you.

Tak beberapa lama, kami berjalan berdua ke sebuah  warung kecil dan memesan nasi kuning untuk sarapan.
"DSKHDSDSDSHBSBASAHSBH" kata John sambil menyuapkan nasi kuning ke mulutnya.
Lagi -lagi listeningku gatot, gak ngerti si John ngomong apaan. Ini kenapa berasa lagi ngobrol sama alien. "Oh lord..........." batinku.
"I love nasi kuning." Kata John sambil memegang tanganku.
Belum sempat jujur ngomong kalau sebenernya saya gak suka nasi kuning, hape saya tiba-tiba berdering dan getar getar gak nyante.
Saya melihat layar hape saya dan menunjukkan pukul 5 pagi, alarm subuh.
Ya, certa diatas cuma mimpi.
"Gila ya ini, gak cukup realita kehidupan aja yang absurd, sampe mimpipun absurd."

Jangan ketawa dan kecewa karena membaca tulisan ini. hidup adalah pilihan. kadang kita terjebak oleh sesuatu karena rasa penasaran yang tak terkendali. Jangan sesali. Ini bagian dari pelajaran hidup. WKWKWKWK
 
 



Minggu, 09 Juli 2017

KERJA SAMBIL TRAVELING, ENAK ATAU GAK YA?

Halo halo selamat senen semuanya. Masih pada di kantor kalian? jangan lupa makan siang ya? Lagi pengen sharing  enak gak enaknya kerja sambil traveling. Ada yang mau baca gak ya? wkwkkw

Jalan-jalan keliling Indonesia dan dibayarin, Siapa yang nolak? Hampir semua orang akan mengambil langkah untuk mengambil pekerjaan seperti itu. Untuk orang yang punya rasa penasaran yang amat sangat tinggi tinggi sekali, akan dengan senang hati menyerahkan, memasrahkan dirinya untuk dipekerjakan secara mobile alias pindah-pindah, gak netep di satu kantor aja.

Biasanya ini terjadi untuk perusahaan yang memiliki kantor cabang di berbagai daerah, sehingga mereka (perusahaan) akan mengirimkan tim yang dipersiapkan untuk melakukan kunjungan ke kantor cabangnya. Biasanya juga ini akan terjadi buat kalian yang berprofesi sebagai Legal, Tax, audit dll.

Terus, gimana? Enak gak kerja sambil travel? Namanya juga pekerjaan, pasti ada enak dan gak enaknya. Kita mulai dari yang enaknya dulu kali ya.

1. ENAKNYA
Karena kita kerja bisa sambil jalan-jalan dan dibayarin. Coba bayangin, kamu pengen jalan-jalan ke Indonesia Timur tapi ngebayangin harga tiket pesawatnya udah bikin dada kamu kembang kempis. Tapi kalau kamu bekerja secara mobile, jalan-jalan kemanapun tidak akan jadi masalah. Biasanya pihak perusahaan akan menanggung akomodasi transportasi dan tempat tinggal kamu ke tempat tujuan. Tinggal kamunya aja yang rajin-rajin nyari info dimana destinasi yang keren buat dikunjungin. Rugi banget kalau kamu lagi ada disuatu tempat yang keren tapi pas weekend kamu menghabiskan waktu untuk tidur sampe hari senen. Not cool !

Selain itu, kamu bisa bertemu dengan masyarakat lokal di tempat tersebut, bersosialisasi dan belajar budayanya secara spontan. Sebagai anak muda dan diberi kesempatan untuk dateng ke kampung orang tentunya tidak akan pernah saya sia-siakan. Biasanya saya akan kenalan dengan penduduk sekitar dan ngobrol, wisata disini yang paling terkenal apa? Makanan khasnya apa? Kalau mau ke wisata naik apa? Jalannya bagaimana? Semua itu adalah hal sepele yang bisa mendekatkan kamu dengan masyarakat sekitar. 

Toleransi kamu juga akan semakin meningkat ke level yang lebih tinggi. Karena umumnya, kamu gak bisa memilih kemana kamu akan ditempatkan/ditugaskan, sehingga bisa saja kamu akan berada di tempat/daerah yang berada pada suku dan agama yang berbeda dengan latar belakang kamu. Honestly, hal pertama yang saya rasakan ketika mengunjungi daerah yang amat sangat berbeda dengan latar belakang budaya dan suku saya, saya bersyukur sekali karena dengan mengenal budaya, suku dan agama lain, saya merasa kaya. Saya merasa pengetahuan saya bertambah dan menjadi lebih keren. Saya sudah tidak sabar untuk bercerita ke anak cucu saya. Dunia bukan tetangga kanan kirimu saja. 

2. GAK ENAKNYA
Kerja sambil traveling udah pasti gak netep dan jangka waktu bisa sebentar (hitungan hari), bisa juga lama dalam hitungan berbulan-bulan. Kalau terlalu singkat, tenaga kamu akan habis di perjalanan, karena kurang istirahat dan kerja jadi tidak maksimal. Sedangkan kalau terlalu lama sampai berbulan bulan, kamu biasanya akan merasa jenuh. Kuncinya, beresin kerjaan secepatnya agar tidak terjebak terlalu lama di suatu daerah tersebut.

Selain itu, Kangen rumah akan sangat sering dirasakan. Belum lagi ada daerah yang makanannya kadang tidak cocok dengan selera dan lidah kita. Cara menyikapi hal itu, kamu bisa masak sendiri atau pasrah aja makan makanan yang tersedia. Yang penting pastikan kebersihan dan kehalal-annya ya.

Yak, udah baca kan enak dan gak enaknya kerja sambil traveling. Silahkan milih pekerjaan yang cocok buat kamu. Apakah enaknya di kantor aja atau pengen yang mobile biar kamu makin kaya pengalaman. Oiya, Enak dan gak enak diatas adalah pengalaman pribadi yang saya alami selama saya bekerja di beberapa daerah di Gorontalo, Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Bisa jadi kamu beda, silahkan share pengalaman kamu kalau kerja sambil traveling di kolom komentar dibawah. 
Thank you


5 TEMPAT WISATA EPIC DI TERNATE



Puncak Ngade Juni 2016 #ddtiakeNgade
Ada plan ke Ternate? Dinas bentaran aja atau nugas agak lama? Atau dapat jodoh orang sana? Whatever! Karena hari ini saya akan berbagi cerita, enaknya ngapain dan kemana aja kalau lagi di Ternate.

Setahun lebih tinggal di Ternate mulai Januari 2016 sampai Juni 2017, karena di kerjaan sebelumnya tugas di Kota Ternate, Maluku Utara. Hampir tiap hari minggu selalu jalan-jalan muterin gunung Gamalama. Banyak orang yang bilang "Kamu banyak duit banget ya, tiap weekend jalan-jalan melulu?"
Padahal sebenernya, jalan-jalan gak perlu bawa uang jutaan, modal uang 10 ribu udah bisa bikin feed instagram kamu berubah jadi biru-biru cantik atau ijo-ijo yang akan mempesonakan jagat instagram. Wisata di Ternate itu murah, mostly tiket masuk dibawah Rp. 10.000, jadi tenang aja, dompet aman.
Jadi, gimana? Udah bisa to the point aja enaknya kemana? Lanjut ya....

1. Danau Laguna
Danau Laguna atau juga biasa disebut dengan Danau Ngade terletak di Desa Ngade, Kecamatan Ternate Selatan. Kalau kamu sekarang berada di Ternate Kota (Ternate Tengah), Diperlukan sekitar 30-45 menit untuk menuju Danau ini. Akses menuju TKP bisa menggunakan mobil atau motor. Jalan yang dilalui sudah beraspal, agak mendaki dan cukup teduh karena terdapat pepohonan rindang di sepanjang jalan. 

Danau Laguna merupakan tempat sentra budidaya/peternakan ikan air tawar, seperti ikan mujahir dan ikan nila. Nah disini terdapat beberapa rumah makan terapung yang menyediakan menu seperti mujahir asap atau ikan nilla bakar dengan harga yang cukup murah, karena perkilonya dipatok dengan harga sekitar Rp. 120.000- Rp.150.000 lengkap dengan nasi panas, kangkung tumis dan sambel dabu-dabu khas Ternate.

Disini pula mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan air danau yang hijau dan pepohonan rindang disekitarnya yang bsa membuat mata menjadi sayup-sayup karena angin sepoi-sepoi yang sangat mendukung untuk tidur siang disana wkwkkw. 
Note: Sorry banget gak ada fotonya, kehapus.wkwk

2. Puncak Ngade

Puncak Ngade berada disekitaran Danau Laguna. Dimana tempat ini amat sangat drastis perubahannya. Ketika saya mengunjunginya di pertengahan tahun 2016, Tempat ini sangat biasa saja dan belum ditangani oleh tangan tangan kreatif seperti sekarang ini. 

Di Puncak ini kita akan melihat Danau Laguna, laut, dan Pulau Maitara dari ketinggian. Seperti foto yang saya ambil beberapa waktu lalu.

Puncak Ngade bulan Mei 2017 lalu

3. Danau Tolire
Danau Tolire dari Pesawat

Ke Ternate gak afdol rasanya kalau gak ke Danau Tolire. Danau penuh dengan sejarah. Karena saya lagi gak bahas sejarahnya, silahkan cari tahu di gugel si serba tahu. Yak, jadi Danau Tolire ini terletak di kelurahan Sulamadaha, Orang sini biasanya akan bilang Danau Tolire besar belakang Gunung karena memang posisinya berada di belakang Gunung Gamalama yang termahsyur di Maluku Utara.
Danau Tolire dari pesawat 2 wkwk


Ada mitos, kalau kita melemparkan batu ke danau ini, maka batu tersebut tidak akan sampai ke permukaan air danau alias ngilang. Ah yang bener???? Jawabannya...nyampe kok karena saya pernah mencobanya karena menjadi korban dari muka melasnya adek-adek yang menjual batu disini. Luamyan, Sekantong batu berisi sekitar  20 batu dihargai Rp. 5000.

Oiya, waktu yang diperlukan untuk sampai di danau Tolire sekitar 45 menit hingga 1 jam, jarak yang cukup dekat dan akan melewati beberapa destinasi wisata yang tidak kalah cantiknya seperti Batu Angus, Pantai Sulamadaha dan Pantai Jikomolamo. Danau ini bisa diakses dengan motor dan mobil. Jalannya super mulus, gak seperti kisah cintamu wkwk.


4. Pantai Sulamadaha
Njebur-able

Untuk pecinta pantai, Maluku Utaralah tempatnya. Cukup banyak pantai di Ternate namun sebagian besar pasirnya berwarna hitam. Tapi tidak untuk pantai yang satu ini. Pantai Sulamadaha adalah primadona di Kota Ternate. Letaknya tidak jauh dari kota, hanya sekitar 30 menit, sehingga sangat mudah dijangkau untuk kamu yang tidak memiliki banyak waktu untuk berlama lama diperjalanan.
Bisa romantisan naik kapal kapal yuhuuu


4. Pulau Maitara
Ada yang nyadar gak, kalau di uang Rp.1000 ada gambar sebuah pulau yang amat sangat terkenal dan letaknya itu di seberang pulau Ternate.
pulau Maitara dan airnya super bening


5. Pantai Jikomolamo

Airnya bening, tak sebening hatiku
Pantai Jikomolamo berada tidak jauh dari Pantai Sulamadaha. Jadi mereka ini sebenernya tetanggaan yang sama sama jadi kembang Desa di Kelurahan Sulamadaha. Gak bisa milih salah satunya, karena dua duanya emang super cantik, lengkap dengan airnya yang bening. Saking beningnya kalau kita ngaca, kayak berasa ada flternya gitu, Jadi cantik. Gak deng bercanda.


Masih banyak destinasi cantik di Ternate, kamu yang mau kesini jangan takut nganggur di hari minggu, karena wisata di Ternate dan Tidore itu seabrek dan bagus-bagus semua. Sorry gak ngasih detail yang cukup buat kalian, karena keterbatasan kesempatan karena udah diburu-bru untuk ketemu teman kuliah yang hari ini mampir di Makassar. 

Buat yang mau nanya tentang lingkungan, budaya, detail destinasi wisata mana aja dan gimana-gimananya bisa banget mampir di instagram, klik ---->>  @ddtia_
Buat yang males nanya tapi pengen tau cantiknya Ternate gimana, yaudah silahkan stalking di akun saya atau pakai hashtag yang kira-kira bisa melengkapi rasa penasaran kamu.

Tulisan ini saya buat karena kecintaan saya terhadap Maluku Utara, Khususnya Ternate karena disana masyarakatnya amat sangat ramah dan mudah bersahabat. Buat yang ngira orang timur itu kasar dan serem, jangan salah, justru orang sana orangnya ramah banget. Daripada penasaran, langsung tentukan kapan mau ke Ternate dan main ke tempat epic diatas.
Thank you udah baca!  
ini ada beberapa foto lainnya.
Benteng Toloko
Pantai Falajawa

Tolire kecil dan pulau Hiri